Hari ini, saya pulang ke rumah seusai belajar dari kampus dan berkemas barang dari kontrakan. Teman kontrakanku Didit ingin meniru jaket "Cosmics" saya yang di belah menjadi 2. Dia menitipkan jaketnya kepada saya disertai ukuran yang dia patok, maklum dia orangnya memang "Stylist Man".
Rajif, adalah salah satu teman kontrakan saya juga. Hari ini dia badannya terasa pegal dan capek karena banyak aktivitas. Ia ikut ke rumah saya karena tetangga saya Abah Rustam memang ahli dalam masalah urat dan syaraf. Kami pun berangkat bersama sekitar pukul 10.00 WIB. Di tengah perjalanan kami berhenti di pom bensin karena jarum merah sudah menunjuk ke "E" (empty) jarak dari kontrakan ke rumah saya lumayan jauh.
Akhirnya, kami sampai di rumah dengan selamat. Kami duduk sejenak ditemani oleh bunda saya tercinta. Sambil makan camilan khas Bandung yaitu "Chimol" dan minum teh botol "Teh Pucuk" kami mengobrol. Saya segera menuju ke rumah Abah Rustam yang kira kira hanya 15 langkah saja. "Maaf dek, Abah Rustam nya masih di Jakarta", kata salah seorang penghuni rumah. Maklum, Abah Rustam memang seorang pebisnis, mungkin lagi banyak pesanan di Jakarta.
Ibu saya memberi saran untuk pergi ke Pak Anton, yang juga ahli urat dan syaraf. Rumahnya tidak jauh dari belakang perpustakaan. Saya dan Rajif akhirnya menuju ke sana. Rumah sederhana tepat setelah belokan ke arah kanan di samping pohon pisang itulah rumah Pak Anton. Namun sayangnya, Pak Anton sedang berpergian dan kira kira ba'da Ashar kembali.
Sampai di perempatan lampu merah, Rajif pulang ke kontrakan dan saya belok kanan kembali ke rumah. Tak lupa Rajif mengembalikan sarung hijau yang akan digunakan untuk pijat kepada saya.

0 Komentar untuk "19 Maret 2016"